Work Text:
Apa ketakutan terbesar manusia?
Jawabannya tentu bermacam-macam. Tapi bagi Rinne, saat ini ketakutan terbesar yang ia miliki adalah dilupakan oleh orang-orang yang menyayangi dirinya.
Sebagai seorang idol tentu saja wajar baginya untuk rindu suasana stage yang meriah dan senyum para penggemar yang selalu bisa membuatnya bersemangat, kan?
Ah, tapi dia bukan seorang idol lagi.
“Rinne-kun,” Niki memanggilnya, “sarapan sudah siap.”
Benar, sarapan. Sudah berapa jam berlalu sejak Rinne membaca surat-surat lama dari para penggemarnya hingga ia lupa untuk tidur?
“Kalau kau masih mau membaca surat-surat itu silahkan saja, tapi kau pasti butuh tenaga untuk melakukannya.”
Mata sembab Rinne tertuju pada nampan yang berada di tangan Niki. Nampan tersebut ditaruh tepat di sebelah Rinne, agar mudah dijangkau oleh pemuda tersebut.
“Niki…”
“Ya?”
Seolah ia hilang kendali atas tubuhnya, tangan Rinne bergerak sendiri, memeluk tubuh Niki yang jauh lebih hangat darinya.
“Terima kasih.”
Hari ini dan seterusnya, biarkanlah aku menetap di pelukanmu.
