Actions

Work Header

benang sari, putik dan kupu-kupu malam.

Summary:

dua remaja adam yang mencari tahu cara menikmati dunia.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

"sug, mulainya darimana?"

pertanyaan polos itu keluar begitu saja dari bibir merah muda satoru yang sedang duduk berdampingan di karpet hitam kamar suguru. mereka berdua masih lengkap mengenakan seragam putih abu-abu khas anak sekolah menengah atas.

mereka duduk berjarak hanya sekian senti dengan punggung yang bersandar pada kasur single milik suguru, sengaja menyisakan sedikit jarak karena atmosfer canggung yang sedari tadi menyelimuti dua anak adam tersebut sebab niat cabul mereka di tengah siang bolong. dua anak nakal ini sengaja membolos sekolah untuk melancarkan niat cabul mereka berdua.

kebetulan rumah suguru selalu kosong dari pagi sampai malam. kedua orang tuanya bekerja dan kakak laki-lakinya yang sudah berumah tangga. sementara satoru, rumahnya selalu ramai. mami-nya itu benar-benar definisi trophy wife, dengan asisten rumah tangga yang jumlahnya setengah lusin.

jadilah hari ini mereka sepakat untuk kabur dari sekolah saat jam istirahat kedua untuk melancarkan rencana mereka. agenda cabul mereka ini didapatkan dari hasil membaca satoru dari komik boys love yang sedang populer di sosial media. kemana lagi satoru bisa mencari tahu bagaimana memadu kasih pasangan sesama jenis selain dengan pacar baru satu semesternya itu? jujur saja, suguru juga sama excitednya dengan satoru.

"langsung buka baju apa gimana kita?"sambung satoru bergurau, berusaha memecah keheingan karena tak kunjung mendapat jawaban dari lawan bicaranya. suguru menenggak segelas air dingin yang ia siapkan sendiri kemudian menyeka bibir basahnya sendiri dengan lengan baju sebelum ia kemudian beranjak dan duduk di pinggir kasurnya.

"sini sat, naik ke pangkuan gue"jawabnya sembari menepuk pahanya sendiri.

"gue berat, sug"balas satoru, diiringi dengannya beranjak dari posisi duduknya.

"engga berat"

"berat sug"

"engga sayang, ayo deh jangan bawel"

satoru jelas paling tidak bisa kalau suguru sudah memanggilnya sayang dengan suara lembutnya itu. telapak tangannya ia letakkan di atas bahu suguru, kakinya kemudian naik ke atas kasur diiringi suara kasur yang sedikit berdecit menahan beban dua remaja jangkung tersebut.

satoru dengan ragu-ragu duduk di atas paha kekasihnya dengan jemarinya yang masih setia mencengkram lembut bahu suguru. pandangannya sengaja ia alihkan, satoru dan jantungnya sama sama tak sanggup jika harus berhadapan dengan wajah tampan pacarnya tanpa jarak seperti ini.

sialan, komik-komik yang ia baca tidak pernah bilang jantungnya akan berdetak seekstrim ini.

"sat liat gue dong, masa pacarnya dicuekin"

suguru meletakkan tangannya tepat di atas pinggul satoru. sesekali memberikan usapan lembut ketika meminta satoru untuk menatapnya.

"kamu kalo gini tumben ya gak bawel"

"gue emang gak bawel"celetuk satoru sambil merengut.

suguru terkekeh kecil, ia membawa satorunya semakin intim ke dalam dekapannya. ia memeluk satoru sembari membenamkan wajahnya di ceruk leher putih kekasihnya. tangannya tak henti henti mengusap punggung satoru, berusaha memberikan rasa rileks untuk satoru yang berjengit tiap kali suguru memberikan kecupan kecil di sepanjang leher sampai ke bahunya yg masih berbalut seragam.

"suguru, sebentar—"cicit satoru mulai panik ketika badannya terasa mulai memanas.

"hm?" suguru tidak menghiraukan satoru, justru ia menahan tengkuk satoru agar mempermudahnya menghujani wajah satoru dengan kecupan.

"sug, geli— jangan cium cium terus ah" kedua tangan suguru beralih menangkup pipi satoru, ia mengecup singkat bibir pink satoru.

"satoru, sayang"ujarnya sebelum akhirnya suguru mencumbu ranum merah muda kekasihnya. badan satoru sedikit menegang sedikit ketika bibir suguru bergerak melumat bibirnya. ini memang bukan kali pertama mereka berciuman, namun tidak pernah dalam posisi seintim ini.

selain bibirnya yang dijamah, suguru membelai hampir setiap inchi badan kekasihnya yang ada di atas pangkuannya. perlahan tapi pasti, suguru jelas bisa merasakan ketegangan satoru mulai runtuh. lengan putih kekasihnya bergerak melingkar, mengalungi leher suguru, membawanya semakin intim dengan suguru. kedua netra anak adam tersebut terpejam, menikmati pergelutan bibir yang berantakan, tanpa ritme yang pasti, hanya mengikuti nafsu satu sama lain, saling melumat tanpa mau kalah.

di tengah isi kepalanya yang berkabut nafsu, suguru mengingat kembali artikel-artikel amatir bertajuk how to be a good kisser yang ia baca semalam sebelumnya. dari semua artikel yang ia baca tak luput dari adanya permainan lidah.

benar, to get more connected.. we should intertwinned our tongue..

tapi bukan perkara mudah bagi suguru untuk menuntun pacar anak mami-nya itu untuk beradu lidah. suguru beberapa kali memberikan sinyal, menyapu lembut ranum merah muda pacarnya dengan lidahnya. namun satoru masih sibuk bernafsu dengan bibir tipis miliknya.

"mmh— sat mnh— your tongue, please"ucap suguru kepayahan di tengah cumbuan satoru. suguru memberikan sedikit jarak kemudian menangkup rahang satoru dengan jemarinya, menuntun satoru untuk memberikan akses pada rongga mulutnya.

sekujur tubuh satoru merinding ketika lidah pacarnya menyapu lidahnya. perutnya terasa seperti dipelintir, pipi sampai ke tengkuknya terasa menghangat, sensasi rongga mulutnya yang dijamah lidah pacarnya membuat badannya kembali menegang.

termasuk kejantanannya yang masih berbalut seragam abu-abu itu. ah sial.

masing-masing ujung bibir keduanya mengalir saliva yang entah milik siapa. pergelutan lidah keduanya membuat ciuman mereka terdengar semakin basah dan berantakan. tidak hanya suara percumbuan basah mereka yang memenuhi kamar suguru, namun juga desahan saling saut menyaut memanggil nama masing-masing atau sekedar panggilan sayang ke satu sama lain.

entah siapa yg berinisiatif lebih dahulu, tau-tau bagian bawah mereka sudah saling menggesek satu sama lain.

tangan suguru meremas paha kekasihnya, menuntutnya untuk menggerakkan pinggulnya lebih intens lagi. satoru bergerak asal. kadang menggoyangkan pinggulnya memutar, mengangkat bokongnya bergerak naik turun, atau sekedar berjengit kaget ketika penisnya tepat menggesek kejantanan suguru yang sama kerasnya dengan miliknya.

suguru berinisiatif menggeser pinggul satoru untuk menduduki kasur single bednya. ia kemudian mencondongkan badannya, menuntun satoru untuk berbaring di atas kasurnya. ia mengukung si surai putih itu di bawahnya tanpa melepas kaitan bibir mereka yang tak kunjung puas saling melampiaskan nafsu masing-masing.

suguru rasa pacarnya ini sudah siap untuk diajak melakukan hal yang lebih jauh lagi. ia kemudian melepas pagutan bibir keduanya. bibir bengkak satoru sesekali berusaha meraih ranum tipis kekasihnya, namun hanya dibalas kecupan singkat dari sang empunya. ada raut sedih di wajah si surai putih ketika pagutan bibir mereka terlepas.

"mau ciuman, ayo mau ciuman lagi suguru"rengek satoru yang terdengar sangat mengundang di telinga suguru.

tangannya melingkar kembali di leher suguru, berusaha membawa suguru kembali bercumbu. namun si surai hitam membalasnya kembali dengan kecupan kecupan singkat di bibir sampai ke rahang miliknya. suguru tidak bermaksud menyudahi make out session mereka kali ini. ia hanya butuh jarak sebentar untuk menemukan posisi nyaman di kasur sempitnya itu. keduanya berbaring menyamping, saling menghadap satu sama lain. suguru menarik kembali satoru ke dalam dekapannya.

"iya boleh sayang"balas suguru setelah berhasil menemukan posisi yang nyaman. mereka kembali saling melumat nafsu satu sama lain, namun tangan suguru bergerak menuntun satu tungkai satoru untuk menekuk melingkari pinggangnya. tangannya membelai paha sampai ke bokong satoru. sementara kakinya memiliki akses yang lebih leluasa untuk mengerjai gundukan keras kekasihnya yg masih berbalut kain.

"too much— sug mmh ahnn—"desahannya terputus putus oleh bibir suguru yang membungkam desahannya. tangan suguru itu malah makin tak bermoral menelusup ke dalam seragam putihnya. udara dingin langsung menyapu kulit telanjangnya ketika seragam putihnya tersingkap.

"suguru!"

satoru memutus pagutan bibir mereka ketika ibu jari kekasihnya itu bermain dengan putingnya. yang dipanggil hanya menatap satoru dengan mata sayunya. sekali lagi ia mengusap puting satoru, badan satoru langsung berjengit.

"oh you like it here?"

jemarinya memilin puting satoru, sesekali menggaruk ujung putingnya. satoru malu-malu menahan tangan suguru yang terus-terusan mengerjai putingnya, juga kaki suguru yang sengaja menekan selangkangannya.

"sug udah please, ahh jangan– nanti basah— celana gue. udah ahh"

aduh pacarnya itu sebenarnya menyuruhnya berhenti tapi otak cabul suguru malah berpikir mengakali permintaan pacarnya itu.

"celananya dibuka ya sayang? coli sama aku"

mau. satoru mau sekali.

satoru menganggukkan kepalanya. ia kemudian menyaksikan pacar rambut hitamnya yang tampan itu mulai menurunkan celana sampai sebatas lututnya. ia jelas tidak salah lihat, celana dalam abu-abu suguru terdapat noda basah.

oh? suguru sama-sama menginginkan satoru sebegitunya ya?

spontan wajahnya memerah meyadari hal tersebut. kondisi wajahnya semakin memanas ketika melihat kejantanan pacarnya itu sudah tegak berdiri mendambakan sentuhannya.

satoru dengan tangan gemetar buru-buru ikut melepas celana abu-abunya. ia tanggalkan celananya tanpa menyisakan sehelai benangpun di bagian bawahnya. takut-takut ada noda yang tertinggal mengotori celananya, mami-nya pasti akan menghujaninya dengan 1001 pertanyaan.

suguru bersimpuh di antara paha kekasihnya yang terbuka. telinga sampai ke tengkuknya sama merahnya dengan wajah satoru. satoru berbaring pasrah di bawahnya sambil mengalihkan pandangannya dari suguru. jemari suguru meraih batang penis masing-masing, menyatukannya agar saling menempel menggesek satu sama lain. dua tangannya ia gerakkan naik turun, mengocok batang penis miliknya dan satoru.

satu tangan satoru meremas lengan suguru, melampiaskan rasa keenakannya. sementara satu tangannya lagi sibuk ia gigiti untuk menahan suara desahannya yang menurutnya memalukan. suguru mencondongkan badannya ke atas satoru, otomatis mendorong tungkai satoru mengangkang lebih lebar di antara badan suguru. ia mengecup pelipis satoru beberapa kali sebelum berbisik meminta pertolongan.

"sayang, help me with this please? i can't finish this alone"

satoru ikut melingkarkan jemarinya penyatuan batang penis mereka yang sama sama sudah berlumurkan precum berwarna bening. tangan suguru menuntun jemari satoru untuk bergerak mengocok kedua kejantanan mereka.

"fuck satoru— aahh more. kencengin lagi tangannya sayang"

suguru mengerang erotis tepat di samping telinga satoru. satoru rasanya gembira setengah mati bisa mendengar pacarnya keenakan karenanya. ia mengencangkan cengkramannya pada penyatuan penis mereka. ia bisa merasakan penisnya dan suguru sama-sama mengeras.

suguru tidak tinggal diam. tangannya kembali menelusup ke balik seragam. ia kembali bermain dengan puting satoru. pinggulnya juga ikut bergerak sesekali menghentak maju mundur mengawini telapak dan penis satoru. pikirannya sudah sampai membayangkan merogol lubang rapat satoru di bawahnya.

"suguru anghh— enak, lagi sug please aah"desah satoru tak tertahankan. persetan dengan rasa malunya. ia kalah telak dari suguru.

"anjing sat, jangan ditahan desahnya. aku suka dengernya"

keduanya saling sahut menyahut mencurahkan nikmat beradu kejantanan dengan nada erotis. suguru dengan berani melontarkan banyak kalimat-kalimat tidak senonoh, sementara bibir pink satoru tidak henti-hentinya memuji pacarnya yang berhasil membawanya merasakan surga dunia.

"satoru mau ya coliin aku terus gini?" kembali dengan kalimat vulgar yang dilontarkan suguru tanpa menghentikan gerakan pinggulnya yang seolah-olah sedang setubuhi pacarnya. satoru balas mengangguk semangat dengan bibir yang tak henti hentinya merengek keenakan.

"iya aah, mau— mau coliin kamu terus. suguru— anghh mau lagi"

nafsunya terpantik mendengar pacar anak mami-nya itu mulai mengikuti kata kata vulgarnya. satu sisi bibirnya terangkat membentuk senyuman puas. hanya ia yang bisa mengotori satorunya sampai begini.

"pinter sayang. abis coli nanti kita ngentot ya sayang?"

tangan satoru mengencang menjepit kedua penis mereka. pinggulnya ikut bergerak-gerak ke atas berusaha mencapai titik klimaksnya.

oh, suguru tau. satoru mau selesai.

"mau ya ngentot sama aku, sayang?"

telak.

badan satoru mengejang pertanda pelepasannya sudah sampai. suguru mengusak ujung penis satoru, memberikan sentuhan kenikmatan terakhir sebelum satoru memuncratkan cairan putihnya.

manik matanya berputar kala cairan putihnya keluar. ia mengerang keras sambil menekan kepala belakangnya ke bantal bersarung dongker milik suguru. suguru kembali mengurut pelan kedua penis di tangannya sembari mengecupi pipi satoru, membiarkan penisnya ikut berlumur cairan peju milik satoru.

dada satoru naik turun menghirup oksigen sebanyak-banyaknya kemudian mengangguk lemas.

"mau.."ujar satoru pelan dengan nafas pendeknya.

"mau apa hm?"

suguru menuntun tangan satoru untuk membantunya mencapai pelepasannya. ia membungkus tangan satoru yang melingkar di kejantanannya dengan tangannya. satoru bergerak dengan sendirinya mengocok batang kemaluan suguru sembari menatap wajah keenakan pacarnya. satoru memperhatikan bagaimana alis suguru berkerut tiap kali jarinya menyentuh kepala penisnya.

"mau ngentot sama suguru"

"anjing sat— aahh!"

suguru mengocok penisnya sendiri sampai pada pelepasannya. satoru menatap lamat-lamat ekspresi klimaks si surai hitam. ia meneguk salivanya sendiri melihat rahang suguru yang mengencang melampiaskan nikmat pelepasannya. satoru ikut menggenggam penis si surai hitam kemudian sengaja menggesekkan ujung penis suguru tepat pada selangkangannya. suguru menghadiahi si cantiknya dengan cairan putih yang menghiasi selangkangan bersihnya.

setelah pelepasannya, suguru berbaring tengkurap dengan setengah badannya menimpa satoru. satoru sama sekali tidak keberatan harus berbagi beban setengah badan pria bongsor itu di atasnya. justru setelah adegan saling mengocok tadi rasanya ia tidak mau jauh-jauh dari pacarnya itu.

suguru sekarang belajar hal baru tentang dirinya dan satoru.

satoru suka mendengar hal-hal kotor tentangnya dari mulut suguru. sementara suguru suka satoru mengikuti ajaran kotor darinya.

selama beberapa menit, mereka sama sama hening. bukan lagi karena atmosfer canggung diantara mereka. hanya kedua insan ini mencoba kembali menjernihkan pikiran mereka dan menetralkan keadaan masing-masing.

"tapi ngentotnya beneran ga sug?"celetuk satoru tiba tiba memecah keheningan. suguru terkekeh geli.

"beneran, tapi gak sekarang"jawab suguru serius.

"kenapa gak sekarang?"tanya satoru penasaran.

"aku belom siap. kamu juga belom siap. it's not that simple doing the deeds between two males"

satoru mengangguk-angguk paham. suguru benar. siapa diantara mereka yang sudah siap dengan berbagai macam benda-benda dewasa seperti lube dan kondom? tidak keduanya. satoru mana mungkin bisa sembunyi-sembunyi membeli barang barang orang dewasa itu.

keduanya kembali hening. hanya deru nafas keduanya yang saling berpadu. suguru menopang badannya sedikit untuk bangun meraih tissue yang ada di nakas tempat tidurnya. ia memberikan beberapa helai tissue pada satoru untuk membersihkan sisa cairannya di selangkangannya. sebelum kembali ke posisi awal, ia mengecup singkat pipi satoru dan kembali menyamankan dirinya di ceruk leher satoru.

"sug, lo kalo coli emang selalu ganteng begitu ya?"

mendengar celetukan asal itu lagi, suguru spontan hanya bisa tertawa geli. sumpah, celetukan pacarnya ini memang suka kelewat ajaib.

"jangan ketawa aja!! jawab"

"gatau, satoru. gak pernah mikir muka sendiri pas coli gimana. gua kalo coli mikirinnya muka lo doang soalnya"

"najis lo cabul!!"

satoru dan suguru sama-sama paham mereka tidak perlu terburu-buru untuk mencoba berbagai hal dalam hubungan mereka. mereka percaya mereka masih punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama. 

Notes:

bikin ini kepikiran waktu denger lagu benang sari, putik dan kupu-kupu malamnya jkt48 hehe. rencananya masih ada 3 narasi lagi buat universe sugusato ini. semoga ada waktu lain hari ya.

Series this work belongs to: