Actions

Work Header

Bawang Putih & Kayu Manis

Summary:

Fanfic writer Hizashi Yamada x Fanfic reader Shirakumo Oboro (Sorry i can't write a better summary)

FYI, This is the Indonesian translation, I'll translate it to English later 🙏

Notes:

Halo teman-teman 🙌 🤩 Yang suka cloudmic keluarkan suaranyaaa 🎤☁️
Sebelumnya mau bilang maaf kalo ini OOC, jadi yang ngga bisa baca OOC bisa langsung skip🙏
Ini terinspirasi dari fanart aku yang aku post di Twitter, IG, sama Bsky.

Link fanart: https://x.com/i/status/1850528750603264246

Selamat membaca 🙏😁

(See the end of the work for more notes.)

Chapter 1: Bawang Manis

Chapter Text

 

Mata Hizashi merah, semerah buah cherry. Perawakannya lelah dan tatapannya terpaku pada layar hp yang ia genggam dengan gemetar. Tak terasa sekarang sudah pagi. 

Iya, Hizashi tidak tidur semalaman karena keasyikan mengetik plot fanfic terbarunya selama seharian penuh tanpa tidur. Mantap.

Sambil tertawa ringan ia menutup matanya, ia merasa sangat bangga bisa menyelesaikan fanfic one shot ini hingga tamat. Terlebih lagi, pairing yang Hizashi tulis ini adalah karakter kesayangannya, si "Bawang Putih" dan si "Kayu Manis". Pairing rare dalam fandomnya.

Hizashi merupakan fans berat dari anime yang berjudul 'Bumbu Dapoer' yang bergenre shonen. Fandomnya cukup besar dan aktif, hanya saja kapal favoritnya adalah sebuah kapal yang memiliki penggemar yang sedikit. Atau bisa dibilang hampir tidak ada.

Ship ini sangat rare karena mereka sangat jarang berinteraksi di canon. Karakter 'Bawang Putih' juga biasanya lebih sering di ship dengan karakter lain seperti 'Daun Bawang'. Bahkan mirisnya, jumlah fan fiction yang ada di AO3 hanya 4! Itupun ternyata karena banyak yang salah tag, atau menjadikan karakter 'kayu manis' sebagai karakter sampingan atau bahkan orang ketiga.

Melihat hal tersebut , Hizashi bertekad untuk menciptakan fan fiction pertama dengan isi dan tag yang sesuai. 

'Kalau ngga ada yang mulai, gapapa biar aku yang mulai duluan!' gumamnya dalam hati sambil mengepalkan tangan penuh dengan harapan.

Tok tok tok

"Hizashi~ Udah bangun nak?" ucap ibunya dari luar pintu kamar.

"Ha uh HAH??" Hizashi spontan bangun dari kasur dan melihat jam di dinding.

Jam 7.30

"ADUH IYA LUPA ADA UPACARA! MA KAMAR MANDI KOSONG NGGA?".

"Bentar ada papa di kamar mandi lagi pup".

"Yaaah gimana ini!" Ucapnya sambil menarik-narik rambutnya. 

"Yah, santai aja loh, kan papa cepet mandinya. Emang kamu mandi sambil bawa HP."

"...Hehe"

Ah iya juga sih..

Tanpa berpikir panjang Hizashi segera menyiapkan tas sekolahnya dan juga seragam untuk ia kenakan setelah mandi.

 

****

 

Setelah satset byar byur mandi dan berpakaian, Hizashi segera pamit untuk pergi ke sekolah. 

Baru saja ia keluar gerbang komplek, bahh, muacet!

Mobil penuh ada di perempatan jalan, adanya acara sunatan yang di adakan di tengah jalan, pertikaian antara supir truk dan Pak Ogah (Kang parkir illegal). Di situasi ini sangat tidak memungkinkan untuk pergi ke sekolah naik angkot. 

Hizashi pun berlari di trotoar yang sangat tidak walkable menuju ke SMK UA. 

Ia melompati setiap lubang yang ada dijalan, melewati debu jalanan, menghirup asap knalpot, menunduk ketika ada ranting pohon liar tak terawat, dan menghindari kabel listrik yang sudah putus dari tiang.

'Percuma mandi kalo ujung-ujungnya parkour gini pagi-pagi!' gerutunya dalam hati.

"Yamada!"

Hizashi terkejut dengan panggilan nama itu. Ia pun menoleh ke arah belakang. Nampak sosok Shirakumo yang berlari ke arahnya.

'Hm, bahkan lari saja cakep, cogan mah beda ya' gumam Hizashi dalam hati sambil mengagumi ketampanan wajah Shirakumo yang berhenti berlari sambil mengatur nafas.

"Salah"

"Hm? Maksud?"

"Kamu ngapain lurus? Kan sekolah arahnya belok kanan pas perempatan, mau kabur bolos ya?" Ucap Shirakumo sambil menahan tawa.

Hizashi kaget, ia melihat kembali jalan yang ia lalui, dan benar saja. Hampir salah jalan.

"Lah iya ya, duh banyak pikiran gini nih" keluhnya sambil mengusap muka.

"Banyak pikiran? Kenapa?" Shirakumo menatap Hizashi dengan tatapan penuh dengan kekhawatiran.

'Ya ampun manusia ganteng ini, bikin ga fokus!'

"Eh ngga sih, sanss~ cuma.."

"Cuma...?"

"Bawang Putih.. Kayu Manis.."

"Mau ke pasar..?"

"Eh EH NGGA NGGA HAHAH, EH UDAH JAM BERAPA INI WEH, TELAT GA?"

"7.50 Aman-aman, gece lari!"

Mereka pun berlari terus sampai ke gerbang sekolah dan tiba tepat pada pukul 7.59. Namun nahas, sesampainya di gerbang sekolah, mereka tetap terkena hukuman karena lupa memakai topi dan dasi.


****

 

Para murid yang terlambat dan juga murid yang tidak memakai seragam yang lengkap diberi hukuman oleh guru BK.

Berlari keliling lapangan sebanyak 3 kali dan menulis kalimat 'Saya berjanji akan memakai seragam sekolah yang lengkap.' sebanyak dua lembar kertas.

Sambil mengelap keringat setelah berlari keliling lapangan, Hizashi duduk di pinggir lapangan. Ia mulai merobek kertas dari buku catatan dan juga pensil untuk memulai hukuman keduanya. 

Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang dingin yang menempel di pipinya. Begitu ia menoleh kesamping, ia melihat Shirakumo yang berada di sampingnya sambil menyodorkan air mineral di pipi Hizashi.

"Minum dulu biar fokus."

Wajah Hizashi merah, yaampun kok bisa tau kalo Hizashi lupa bawa botol minum. Dasar cogan, semua tingkahnya bikin dagdigdug. Ia pun berusaha meredam malunya dengan tersenyum ke arah Shirakumo.

"Ohhh Thank youuu~" ucapnya sambil membuka botol air mineral.

'Hah, rasanya tenggorokan langsung adem~' gumamnya dalam hati. 

Baru saja Hizashi memulai untuk menulis, tiba-tiba Shirakumo menghentikannya.

"Eh Yamada bentar deh, biar ngga lupa.." Shirakumo lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

Terlihat sebuah kresek bening yang didalamnya ada 1 bawang putih dan 1 kayu manis. Hizashi terdiam melihat kresek itu yang perlahan diberikan ke tangannya.

"Ini bawang putih sama kayu manisnya, tadi kamu lagi mikirin ini kan? EH tapi ini aku ngga bawa dari rumah kok, tadi diem-diem minta ke ibu kantong HAHAH" Shirakumo berkata sambil menggaruk-garuk rambutnya dengan muka merah.

Muka Hizashi pun memerah, bisa-bisanya dia ingat soal gurauannya tadi pagi. Padahal itu tidak penting, tapi tetap dikasih meskipun konteksnya berbeda. Kocak sih.

Hizashi tertawa. Ia kemudian mengambil kresek dari Shirakumo dan memegangnya seperti itu adalah benda berharga. 

"Ya ampun inget aja, makasih banyak loh! Aku suka banget sama bawang putih dan kayu manis!"

"Ahh biasa aja, btw kamu suka masak ya? Baru tau aku, biasanya kamu kan sukanya nyanyi. Masak itu hobi baru kah?"

"Eh OH itu, ngga aku ngga suka masak, aku suka em.. BAWANG PUTIH KAYU MANIS!" ucap Hizashi reflek.

"Suka bawang putih kayu manis?"

'Gawat. Hizashi bego. Jangan sampai orang-orang tau kalo kamu fans berat 'Bumbu Dapoer' dan shipper sejati 'Bawang Putih x Kayu Manis'! Alihin pembicaraan alihin pembicaraan!' 

"Hahah.."

"Hm.."

Hizashi memindahkan pandangannya ke bawah kaki. Berusaha keras menghindari tatapan Shirakumo. Sambil berdoa semoga ia tidak bertanya yang aneh-aneh, apalagi bertanya tentang fandom dan ship kesukaannya.

"Hizashi kamu--"

"Waktu pengumpulan lembar hukuman tinggal 1 menit lagi" 

Sorakan guru BK menyadarkan mereka berdua. Dengan panik, mereka segera mengerjakan hukumannya sebelum waktu habis.

 

****

 

"Tumben telat, mana seragam ngga lengkap, ngga tidur ya?" ucap Shouta sambil mengunyah makanan dengan tatapan ngantuk.

"Ihh iya aku ngga tidur, EH TAPI" Hizashi segera mengambil hpnya dan menyodorkannya ke muka Shouta.

"Aku udah selesai buat fic bawang putih x kayu manis!"

"Owalah, pantesan kesiangan. Terus gimana, udah di post?" 

Shouta adalah satu-satunya teman yang sefandom dengan Hizashi. Bedanya Shouta bukan shipper, dia hanya suka dengan karakter 'Lada Hitam'. 

"Belum sih, bingung sama judulnya. Saran judul dong~"

"Black Pepper"

"Ngga gitu bambang"

"Yaudah ngga tau judulnya apa."

Hizashi menggeleng-gelengkan kepalanya. Memang hidup Shouta benar-benar full dengan 'lada Hitam'. Hizashi kemudian membaca kembali draft fan ficnya. Dan ya, isinya memang seputar kedua tokoh itu saja. Bawang Putih dan Kayu Manis.

Bawang Putih dan Kayu Manis.

'Eh bentar, apa judulnya itu saja ya?'

Hizashi kemudian bergegas langsung untuk log in di akun AO3nya, dan segera menginput draft fic miliknya dan memberi judul ficnya yang telah ditetapkan.

Jantungnya berdebar kencang, dengan kesadaran penuh dam secercah harapan, ia menekan tombol save dan upload.

Dan pada akhirnya, terbitlah fanfic 'Bawang Putih x Kayu Manis', karya pertama seorang Hizashi Yamada.


****

Shirakumo mengusap matanya. Berusaha keras untuk tidak merasa bosan dengan apa yang sedang gurunya bicarakan di kelas. Kali ini ia beda kelas dengan Hizashi dan Shouta.

Ditengah diamnya, ia kembali memikirkan Hizashi, terutama obsesinya dengan 'Bawang Putih dan Kayu Manis'. Shirakumo hampir saja kelepasan berkata 'kamu juga ngeship mereka?'

'Bodoh. Hizashi aja tidak tahu serial 'Bumbu Dapoer', masa tiba-tiba ngomong gitu?' gumamnya sambil menghela nafas.

Tak lama setelah itu, bel sekolah pun berbunyi, menandakan waktu istirahat tiba.

Shirakumo masih duduk diam dikelas. Ia mengambil HP dari kantongnya dan membuka AO3. 

Sebenarnya, Shirakumo sangat kesepian. Jujur saja ia merasa senang di fandom yang besar dan aktif. Namun, hanya sedikit bahkan hampir tidak ada satupun yang menyukai hubungan antara Bawang Putih dan Kayu Manis. Jika saja ia punya teman setidaknya satu orang saja, ia pasti akan senang bercerita mengenai headcanon apa saja yang ada dibenaknya. 

Namun sayangnya, bahkan oomf dan mutual di sosmednya saja tidak ada yang menunjukkan ketertarikan terhadap rare pair tersebut. Jika oomf dan mutual saja tidak ada yang tertarik, apalagi fan artist dan fanfiction writer. Jelas jarang, bahkan tidak ada yang meramaikan ship kesukaannya. 

Ini terdengar gila, tetapi Shirakumo selalu membuka AO3 setiap malamnya dan berharap akan ada yang fic terbaru dengan rare pair kesukaannya. Berharap jumlah fic berubah dari 4 menjadi 5. Setidaknya bertambah satu. Tidak masalah jika itu bukan dari bahasa yang ia ketahui, gampanglah, ada google translate. Ia pasti akan membacanya dalam sekejap.

Selesai log in, ia kemudian mengetik nama pairingnya dan klik search. Seketika, waktu berhenti berjalan.

5

Ada lima fanfic yang ada di tag 'Bawang Putih x Kayu Manis'. Chapter 1 dan masih akan berlanjut, dan baru saja di posting hari ini. Benar-benar baru!

Judulnya 'Bawang Putih dan Kayu Manis'.

Dengan tangan gemetar, Shirakumo membuka fic tersebut. Perlahan ia membaca isi tag dari fanfic tersebut.

Fluff, slightly miscommunication, oblivious Bawang Putih, oblivious Kayu Manis, love confession, it's my first fic, no beta reader, idk how to tag, English is not my first language.

Shirakumo kemudian melanjutkan bacaannya ke pesan dari author.

'HI~ Maaf ini first time banget aku nulis fic 🙏😭 Semoga kalian enjoy yah~

Bawang Putih Kayu Manis, JAYA JAYA JAYA ✊'

Shirakumo spontan tertawa membacanya. Nampaknya author ini punya selera humor yang bagus.

Sebelum ia mulai membaca, Shirakumo melihat ke arah jam dinding. 1 menit lagi jam istirahat selesai. 1 menit tidak cukup untuk membaca 1 fic, ia mau membaca dengan penuh konsentrasi tanpa ada gangguan. 

Dengan tatapan serius, Shirakumo segera pergi dari kelas dan memberi tahu ketua kelas kalau ia pergi ke UKS karena sakit.

 

****

 

Setelah akting kesakitan dan diperbolehkan untuk berbaring di ranjang UKS, Shirakumo lalu lanjut membuka hpnya untuk membaca fic tersebut.

5 menit berlalu, 10 menit berlalu, 20 menit berlalu. Mata Shirakumo tetap berada di layar hp. Mulutnya terbuka lebar. Ia masih tidak percaya dengan apa yang telah ia baca.

'INI FIC TERINDAH DAN TERGEMAS YANG PERNAH AKU BACA!'

Ia menutup mulutnya, menghindari teriakan senang yang ia keluarkan. Shirakumo lalu membaca pesan di akhir cerita dari sang author.

'HI BAWANGMANIS STAN! MAKASIH BANYAK YA SUDAH MAU BACA~ Jika berkenan silahkan tinggalkan kudos dan komen yaa 🙏'

"Pfft lucu amat"

Dengan spontan, Shirakumo menekan tombol kudos, subscribe, lalu mulai mengetik komentar.

 

****

 

Tak terasa sudah maghrib, Hizashi baru saja pulang dari kegiatan ektrakulikulernya bersama Kayama. Agak sedih karena ia tidak bisa menghabiskan waktunya bersama Shouta dan Shirakumo karena mereka ada les.

Sesampai dirumah, ia bergegas mandi satset byar byur agar bisa segera rebahan di kamar.

Saat masuk kamar, Hizashi tiba-tiba teringat bahwa hari ini ia baru saja memposting fic pertamanya ke AO3. 

'Degdegan, kira-kira bakal ada yang baca ngga ya? Apakah masih ada shipper Bawangmanis yang hidup di dunia ini?'

Gumamannya pudar ketika ia melihat notifikasi chat dari Shouta.

🖤: Shirakumo kenapa?
💛: ?? Kenapa apanya?
🖤: kayak lagi hepi gitu dari tadi senyum-senyum ngeliatin HP
💛: lah mana aku tau 😥 kok tanya ke sini?
🖤: kan pacar
💛: BUKAN WEH
💛: tapi aamiin WKWKWK 
🖤: aamiin

'Hmm, Shirakumo kenapa ya? Mau nethink dia udah punya pacar juga ngga mungkin karna anaknya emang kadang-kadang suka senyum sendiri'

Hizashi sibuk dengan lamunannya sampai ia melihat ada notifikasi email dari AO3. 

'Terdapat 3 komentar dari LoudCloud'

JDERRRRRRRRR⚡


To be continued

Notes:

Selesai chapter 1 (chapter selanjutnya belum selesai maapkan) 🙏 Maaf kalo aneh dan pacenya terburu-buru krn ngerjainnya pas lagi ada deadline kerjaan 💀 Please wish me luck guys, semoga ngga dimarahin atasan besok hhhh ☝️😭

Fyi buat kacchako yang nungguin chapter 'Bahasa Ge' mohon tunggu dulu ya, masih ngambang ide chapter 2 🙏😭

Makasih banyak ya sudah mau mampir baca, aku lebih sering gambar ketimbang nulis, kalo mau liat gambar bisa mampir ke IG/Twitter/Bsky aku @Dynadope 🖤