Actions

Work Header

Haluan Anak Muda

Summary:

Gak ada seks, hanya Caleb yang sange dan ngehalu ngentotin Pak Zayne—lagi. ( applesnow )

Notes:

i wanna wrote something but not too much, so, this drabble happened. kinda noticed that i've written a lot of high school au ijbol. well, it's easy to write them, for me at least.

seperti yang tertulis di summary—gak ada adegan ngentot, hanya caleb yang ngehalu pengen ngentot pak zayne lagi :D

DISCLAIMER: LOVE AND DEEPSPACE IS OWNED BY INFOLD. THIS IS A FICTIONAL WORK. IF YOU DON'T LIKE IT, DON'T READ IT.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

 

Tenang sekali wajahnya. 

 

Caleb menopang dagu, memandang guru di depan yang tengah menjelaskan materi biologi hari ini. 

 

Pak Zayne, guru biologi dan wali kelas Caleb. 

 

Juga orang yang baru saja Caleb ngentot sebelum bel masuk berbunyi. 

 

“Hmmm." 

 

Caleb merubah posisi topangan dagunya, masih menatap intens sang wali kelas. Wajah Pak Zayne sama seperti biasa—tanpa ekspresi. Datar saja, seolah bokongnya tidak digenjot kasar setengah jam yang lalu. 

 

Padahal, siang ini Caleb sengaja tak memakai kondom, membiarkan pejunya berenang di dalam perut Pak Zayne. Dan, saat ia menyemburkan pejunya, bel masuk langsung berbunyi. Tentunya, Pak Zayne tak sempat membersihkan seluruh peju yang telah Caleb muncratkan. 

 

Alias masih ada sisa-sisa air mani Caleb di dalam bool Pak Zayne sekarang—yang sedang mengajar di depan kelas. 

 

Hot sekali

 

Perut Caleb melilit geli, merasa bangga karena tak ada satu pun siswa yang tahu bahwa Pak Zayne saat ini tengah mengandung pejunya di dalam perut. 

 

Pak Zayne menulis sesuatu di papan tulis—dan Caleb melihatnya, gerakan bokong yang menyempitkan diri. 

 

Caleb tersenyum—bokong Pak Zayne sedang menahan pejunya agar tak keluar di depan kelas. 

 

Ah

 

Andaikan saja Caleb bisa mengentot Pak Zayne lagi sekarang, menahan tubuh seksi itu di atas podium; menarik kemejanya sampai kancing-kancing itu terputus, memamerkan tetek besarnya yang baru saja ia remas-remas hingga kemerahan tadi; kemudian Caleb menggenjot bool yang sudah bengkak itu lagi dengan kontol gedenya; menghentak sadis hingga kontol itu menyentuh usus sang guru, membuat wajah Pak Zayne kacau, penuh air mata; kemudian, Caleb akan menyemburkan pejunya berkali-kali hingga perut sang guru membuncit, seolah Pak Zayne tengah mengandung anaknya. 

 

Caleb memejamkan mata. 

 

Sial. 

 

Selangkangannya sesak lagi. 

 

Pak Zayne selalu bisa membuat kontolnya menegang terus. 

 

Caleb berharap bel pulang segera berbunyi agar ia bisa mengentot guru kesayangannya lagi—lagi, dan lagi, hingga imajinasi itu terwujudkan. 

 

 

Notes:

should i make an actual scene of them having sex? im thinking either empty classroom or bathroom stall tho.

 

request dan pesan anonim silakan ke sini.

Series this work belongs to: