Recent bookmarks
-
Tags
Summary
Jeno has never been good with words. He’s tried, so many times, to be able to convey his heart well, and it’s always a half-assed, stuttery mess that sometimes gets him in even worse situations. But when words lack, his body has always been there for him, strong and steady. It’s a flaw that he’s made up for by making sure to be there, exactly where he is needed.
(they're all coping in the best ways they know.)
Bookmarked by N1honium
11 Apr 2026
-
Tags
Summary
Melihat Haechan yang sangat kepayahan seperti ini, dia sepertinya tidak punya alasan untuk mengatakan tidak.
“Pergi ke ranjangmu,” Jaemin mengatakannya dengan tenang, “Alpha.”
Haechan menggigit bagian dalam bibirnya, harga dirinya menolak dengan pahit saat seorang beta memerintahnya seperti itu.
Tapi, dia tidak punya pilihan lain.
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 2,664
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 4
- Kudos:
- 55
- Bookmarks:
- 8
- Hits:
- 1,366
Bookmarked by N1honium
28 Mar 2026
-
Tags
Summary
You are the sun and I am just the planets spinning around you
Bookmarked by N1honium
23 Mar 2026
-
Tags
Summary
'Kenapa lo keliatan baik-baik aja?'
Panca merasakan senutan itu sekali lagi, namun, kali ini di dadanya. Ia mendapati lelaki itu menatapnya sekali lagi dan kembali tersenyum tipis padanya seolah dia senang dan merasa dirinya pantas mendapatkan siraman kopi tersebut.
“Ketemu lagi ya, Ca.”
Hanya itu yang dikatakannya.
Setelah dua tahun, hanya itu yang dikatakan Nash setelah mereka bertemu lagi.
atau; cara Nash untuk mengambil kembali hati Panca, dan supaya dia dimaafkan atas kesalahannya.
Series
- Part 1 of dongeng Nash dan Panca
Bookmarked by N1honium
19 Mar 2026
-
Tags
Summary
Donghyuck was doomed. And sleep-deprived too. All because his bunny housemate seemed to be unaware that wolf hybrids heard way too well, making it impossible to ignore him moaning his name every single night.
And while Jeno had no idea Donghyuck heard him, Donghyuck had no clue how to deal with it.
Bookmarked by N1honium
29 Nov 2025

