Recent bookmarks
-
Tags
Summary
"Roses," said Kaiser, with a provocative half-smile. "Blue roses."
He knew it was a stupid request. That blue roses didn't exist. But that was precisely why.
"You can paint white roses blue."
The phrase cut through the air.
"What a weird thing to say."
Series
- Part 1 of The Pain of Abandonment
-
Tags
Summary
[#옞놔 / #yeno]
Dunia bisa mencibir mereka, bisa menghujat kalau tahu bahwa seorang idol muda dan produser ternama saling jatuh dalam ranjang yang sama. Namun kini, semua ketakutan itu telah lenyap. Apa yang tertinggal hanya mereka berdua—dalam cahaya temaram dan napas yang saling mencari.
Noah menyerahkan seluruh dirinya. Punggungnya melengkung membentuk busur, tubuhnya bergetar penuh nikmat di bawah sentuhan kekasihnya. Dan Yejun, di tengah desah dan peluh, akhirnya menyadari:
Ia tak sedang bercinta. Ia sedang berdoa.
Mengalunkan pujian lewat ciuman. Mengakui iman lewat peluh. Mengucap syukur lewat rintihan.
Noah, di bawah hujan kasih itu, hanya bisa menyerah seperti seorang pendosa yang akhirnya menemukan tempat untuk pulang.
Ambil semuanya. Aku milikmu, Yejun. Selalu.
-
Tags
Summary
“Anh chưa từng nghĩ mình sẽ bên em cả đời.”

